Jumat, 19 November 2010

Naruto Chapter 517 "perang omoi" bahasa indonesia


Kakasensei.xtgem.com Naruto 517 01

Kakasensei.xtgem.com Naruto 517 02

Kakasensei.xtgem.com Naruto 517 03

Kakasensei.xtgem.com Naruto 517 04

Kakasensei.xtgem.com Naruto 517 05

Kakasensei.xtgem.com Naruto 517 06

Kakasensei.xtgem.com Naruto 517 07

Kakasensei.xtgem.com Naruto 517 08

Kakasensei.xtgem.com Naruto 517 09


Kakasensei.xtgem.com Naruto 517 10

Kakasensei.xtgem.com Naruto 517 11


Kakasensei.xtgem.com Naruto 517 12

Kakasensei.xtgem.com Naruto 517 13

Kakasensei.xtgem.com Naruto 517 14 15

Kakasensei.xtgem.com Naruto 517 16

Kakasensei.xtgem.com Naruto 517 17


Dalam perjalanan Udara Tim Divisi Penyergap bergerak menggunakan Burung-burung ciptaan Lukisan Sai

Seorang anggota dari Divisi Penyergap mulai merasa sangat gelisah

"ya, Ampun.. Aku tidak pernah ingin bertarung di dalam Perang Besar seperti i...ni, Bagaimana kalo tiba2 saja musuh menyergap kita dan Akulah satu-satunya yg selamat ? Mereka akan menangkapku dan menjadikan Aku sbg Sandera...lalu menyiksaku dan ketika mereka selesai, mereka akan menghipnotisku untuk bertarung dengan Karui dan Raikage-sama... " itulah lamunan Omoi yg memang sifatnya suka melamunkan kejadian yg akn dihadapinya
"Omoi.. Hey Omoi apa kau menyimak ?? " kata Kankuro membuyarkan lamunan Omoi
" ! " Omoi kaget
" kita akan segera mendarat di Area teritorial musuh, jadi Bersiaplah !! "kata Kankuro
" hhng.. Boleh bertanya sesuatu ?!" kata Omoi
"apa..." kata Kankuro
" eh Kapten... Kita kan hampir seumuran, Apakah ini Perang Pertama bagimu ?? " tanya Omoi pada Kapten Divisi Penyergap Kankuro
"yeah.. Begitulah" kata Kankuro
"Apa kau tidak merasa Cemas ? " tanya Omoi lagi
Kankuro terdiam sejenak
"seberapa bagus atau jeleknya Penyergapan kita, itu akan sangat berpengaruh pada Perang ini. Dan seberapa banyak korban yg kita dapat " jawab Kankuro
"Jika Kau ingin melindungi Teman dan Keluargamu. Sesuatu yg seharusnya kau pikirkan adalah bagaimana caranya agar misi ini sukses " lanjut Kankuro
Mendengar jawaban dan penjelasaan dari Kankuro. Omoi pun terdiam.

Di suatu tempat, dimana Feudal Lord - Hot Spring Country sedang berbicara Pada utusan dari Konoha tentang Pengevakuasi-an warganya, karena disinyalir desa itu akan menjadi Jalur lintas Akatsuki
" tapi kemana kita akan di evakuasi ? " kata Tetua Hot Spring Country
" kita akan pergi ke selatan desa ini, dan masuk ke Konoha, di bagian utara kemungkinan akan menjadi medan perang " kata Utusan dari Konoha

Demikian juga , di Feudal Lord - Frost Country sudah menerima pemberitahuan evakuasi
"sudah agak lama, tapi tak ada tanda-tandanya ? " kata Tetua Frost Country
" mohon tetap tenang, Tuan ! " kata Bawahannya

Sementara itu, Anggota Pengintai Konoha yg dipimpin Anko. Muta Aburame yg pergi duluan hendak melapor ke markas., dia bersandar dibawah pohon sambil memegang gulungan info.
"Ranka dan Aku telah terpisah " pikir Muta dgn banyaknya serangga di sekitar tubuhnya.
Lalu serangga-serangga nya mengerubuti gulungan info tsb
"bawa itu ke markas " kata Muta pada serangga2ya yg membawa gulungan info itu
" hng.. Aku harus bergabung ke tim utama (kembali Takuma atau Anko) " kata Muta lalu berusaha bangkit
Tiba-tiba....
DUAAAARRR.... Ledakan dahsyat terjadi
Takuma Hyuuga yg hendak menghadang tim Deidara dan Sasori kaget melihat Ledakan dibelakangnya. Rupanya ledakan dari Muta yg memuntahkan dan menyebarkan serangga2nya
"serangga2 ini sangat menjengkelkan, dan mereka kocar-kacir bersembunyi. Benar2 menjengkelkan " kata Deidara yg sekitarnya banyak berterbangan serangga2

Chuukichi yg bertugas mensensor chakra merasa aneh dgn serangga2 yg berkeliaran
"serangga2 ini menggangguku dalam mendeteksi chakra.... Ini tekhnik pengganggu yg menggunakan serangga " kata Chuukichi yang mempunyai penglihatan sensor seperti Byakugan
"tak heran, mereka itu tim Penyusup dan Pengintai. Tapi kita akan memberi pelajaran yang tak akan mereka lupakan " kata Deidara

Kembali ke tim Divisi Penyergap yg di pimpin Kankuro. Tim ini telah mendarat di hutan. Sai yg menggunakan lukisan hidupnya, menyedot kembali burung-lukisanya itu ke dalam kertas.
" kita sudah berada di Area teritorialnya musuh, kita gunakan Area ini sbg basis utama dan bangun basis satelit (cabang) di sekitarnya, Prioritas utama kita, menanam bom dan menyelinap. Bangun entri point di arah jam 2 dan jam 6 di radius 10 m. Omoi kau tempatkan kertas peledak di berbagai arah, lalu kembali melapor " kata Kankuro menjelaskn tugasnya
"Sai kau kembali ke atas, dan Pantau terus !" kata Kankuro
"Baik " jwb Sai
" ITTAN gunakan tekhnik Dotton mu untuk membuat Parit dan lubang " perintah Kankuro
"TANGO bangun Antena Transmisi Chakra." Kata Kankuro
"Siap" jwb Tango
"SAJI dan HOHETO (dari Klan Yamanaka dan Klan Hyuuga) kalian bagian sensor dan pertahanan." Titah Kankuro
"Baik" jwb Saji
"Aku dan KIRI akan merencanakan Strategi kita" Kata Kankuro
"Oke gan..." jwb Kiri

"dengan tipe sensor seperti Aku, kau tak usah khawatir" kata Saji pada Omoi
"ini Perang Saji.... Kau jangan Lengah, kalo tak mau kehilangan nyawamu itu. Paham,...!?! Aku tahu... Aku tahu... Aku memang tak terlalu kelihatan menonjol ya.. Tapi mereka memilihku karena Aku seorang yg Elit, jadi adakah hal lain yg lebih penting untuk kau Pantau ?" kata Omoi
"Kabuto menggunakan salah satu Jutsu Orochimaru yakni Edo Tensei, Jutsu ini adalah Jutsu terjahat dari semua jenis Ninjutsu. Berdasarkan Data yg didapat, Dia menghidupkan kembali Ninja dgn memanggil Arwah dan mengikatnya pada Mayat. Dan apapun serangan yg kau lakukan. Itu takkan membunuhnya" kata Kankuro

Satu-satunya cara adalah dgn menyegel Arwahnya atau melumpuhkan tubuhnya. Bahkan membunuh Penggunanya sekalipun takkan menghentikan Mereka. Kita, sama seperti Divisi lain, akan menangkap Kabuto jika kita menemukannya, lalu Aku diberi tahu, ...bahwa pihak kita akan menggunakan Jutsu Ilusi untuk menghipnotis Kabuto agar mengehentikan Jutsu" Kata Kankuro menjelaskan tentang kekuatan musuh

Sementara Anko yg ketahuan sama Kabuto, akhirnya Tak berdaya, Kabuto pun membawa Anko dgn melilitkan Ular di leher Anko

Sementara Pasukan Aliansi bergerak di pimpin Gaara dan Divisi satu yg dipimpin Darui mulai berpencar.
"Divisi Satu, berpisah.," aba-aba dari Darui
Kembali ke tempat Divisi Penyergap, Ittan sudah selesai membuat lubang dan parit di sekeliling Area juga ranjau-ranjau kertas peledak telah terpasang
Saji Yamanaka yg bertugas mensensor merasa kaget.
"Ada Apa ..?"tanya Kankuro
"Teknik Pengganggu ... Teknik ini mengganggu kemampuanku mendeteksi chakra, ada sesuatu yg mendekat, tapi Aku tak tahu itu apa ?" kata Saji
"musuh ?" kankuro keheranan

Di balik pepohonan ada sesosok bayangan,
Tiba-tiba Muta meluncur menghampiri
"itu Muta-san dari klan Aburame yg bertugas bersama Tim Pengintai"kata Saji Yamanaka menghampiri Muta
"Tunggu berhenti, ada banyak jebakan. Aku akan mengurus dia" kata Kankuro
"Muta... Apa kau baik2 saja ?" Tanya Saji pada Muta yg tersungkur ke tanah.
"HOHETO..." teriak Kankuro
"Ya..Aku mengereti" balas Hoheto Hyuga
Byakugan... Hoheto melihat aliran chakra pada Muta Aburame
"Saji.. Menjauhlah dariku !! " kata Muta yg menolongnya
"?!" Saji tidak mengerti yg diucapkan Muta
"ada sesuatu di dalam Guci Serangga dipunggungnya itu, dan itu bukan serangganya Klan Aburame" kata Hoheto
"mereka tak menyianyiakan waktu" kata Kankuro
Tiba-tiba Muta berbalik dan mempiting Saji dari Belakang, Saji yg tak mengiranya hanya diam
"Dia menggunakannya sebagai Tameng, dan mendekati Kita, apa yg harus kita Lakukan" kata Hoheto
Kankuro yg memperhatikan pergerakan Muta yg Aneh, mulai curiga lalu mengeluarkan tali chakra di tiap ujung jarinya pada Saji
"Caranya bergerak... Ini adalah... "pikir Kankuro
"Sudah kubilang jangan Lengah" kata Ittan

Tim Deidara dan Sasori
"oh.. Rupanya mereka telah menyadarinya ya.." kata Deidara
Ternyata Sasori yg menggerakan Muta dgn teknik tali chakranya.
Muta yg dijadikan boneka hidup oleh Sasori, meluncur menghampiri Kankuro, Hoheto dan Ittan
"Deidara... Lakukan !" kata Sasori
Hoheto yg terus memantau keaadan berteriak
"ada segumpalan putih didalam Gucinya Muta, serangga dgn chakra besar didalamnya " kat Hoheto
"Ittan tahan Dia !" kata Kankuro
"tak salah lagi... Ini adalah tanah liat peledak Deidara" kata Ittan sambil merapal Jutsu Dotton nya
KATSU...
Deidara mengucapkan Mantranya
Guci pun meledak...
Sai yg sdang memantau di udara keheranan
Tapi Ittan berhasil membuat benteng tanah untuk menghalangi ledakan
"hancur berkeping-keping.. Itu adalah seni hmm" seringai Deidara
"Lacak !! " perintah Sasori pada Chuukichi
"Dapat" kata Chuukichi
Saji terselamatkan oleh Kankuro dgn tali2 chakranya, sedangkan Muta tak terselamatkan
"Kita tak dapat Menyelamatkan Muta Aburame"kata Kankuro
"aaaarggh" Saji mengerang Kesakitan
"Kiri cepat obati Saji ! Mereka segera datang, bersiap-siaplah " Kata Kankuro
"Aku rasa tak ada waktu dalam perang ini, untuk meratapi kematian rekan kita " pikir Omoi
Tiba ada bayangan yg melompat turun dari benteng Dotton-nya Ittan
"Juga tak ada waktu untuk memikirkannya" kata Omoi lalu mengeluarkan pedang dipunggungnya
"Hanya ada waktu untuk KUMOGAKURE WANGETSU-TSUKI KATTA" Omoi mengeluarkan Jutsunya untuk menahan serangan yg tiba-tiba, dan 2 sosok bayangan itu pun mundur
Saji kaget setelah mengenali 2 sosok bayangan itu adalah Tokuma Hyuga dan Ranka
"Hah... Orang2 dari Pihak kita lagi? Apa mereka mengendalikannya ? " kata Omoi
Lalu ada satu sosok bayangan lagi datang
"Ada satu lagi diatas" kata Saji
tiba-tiba Sai melabrak sosok bayangan itu
"bagus Sai.."kata Kankuro
"Sialan.."sambung Kankuro ketika Melihat ke atas ada Deidara diatas burungnya
"mereka masih hidup rupanya.. Jadi selanjutnya gimana? Mmm"kata Deidara "Kalian licik" kata Kankuro
"Kalian akan membayarnya"kata Saji
"Aku tahu Kau ada di situ Sasori, tunjukan dirimu" kata Kankuro
"oh jadi mereka mempunya Master Puppet juga rupanya mmm''kata Deidara
"kalian Squad Penyergap juga... Sangat Jarang kedua Squad dari kedua belah pihak bertemu" kata Kankuro
"hehe... Jadi siapapun yg memenangkan ini, akan menyelesaikan serangan penyelinapan. Kami yg pertama mereka kirim, kemenangan ini akan menentukan Alur dari Perang ini" kata Deidara
"Dan Kami takkan Kalah, karena Kami adalah... Abadi" kata Deidara
Tubuh yg tadi dilabrak Sai bangkit dan mulai menunjukan muka-nya,
Sai sangat mengenali wajah itu yg ternyata adalah Kakaknya yg selama ini Dia cari
"Sai... Larilah adik kecilku ! kau sudah melihat apa yg mereka lakukan pada tubuhku kau takkan menang" kata kakak Sai
"kakak...." kata Sai "tak ada waktu untuk gelisah Aku takkan membiarkan Kau membuat Teman dan Keluarga saling menyakiti" kata Omoi

Si Tukang Gelisah mengangkat Senjata

0 komentar:

Posting Komentar

isi komentarnya dunk.. ^_^

fahrizal's blog

fahrizal's blog

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Follow by Email

Blogger Template by ardi33's template.
fahrizal 182 Edited by Fahrizal