Selasa, 16 November 2010

hewan pun punya hati..

Kita sering berpikir hawan itu ga' punya pikiran, jadi kita bisa berlaku kejam pada mereka. tapi anggapan itu salah, hewan juga punya perasaan, punya semangat, bisa merasakan putus asa juga, bisa juga menyayangi sesama hewan atau bahkan menyayangi manusia, tapi kita manusia kadang tidak respect sama sekali dengan sesama manusia, apalagi kepada hewan dan tumbuhan yang ama sama mahluk Tuhan. berikut ini sedikit cerita dari pengalaman saya sendiri, mungkin bisa jadi renungan untuk kita semua, bahwa hewan juga punya perasaan.


Pada postingan postingan sebelumnya sebelumnya saya pernah cerita jika saya punya kelinci yang saya beri nama belky. beberapa minggu yang lalu, belky terkena penyakit scabies, tentang penyakit ini sudah saya jelaskan di postingan yang lalu. awalnya saya kurang tau, hanya ada sedikit bercak borok di kaki nya, yang lama kelamaan tertutupi kerak seperti ketombe di seluruh bagian kaki lalu naik menuju kuping , lalu ke hidung dan mulut. sebenarnya penyakitnya sudah parah tubuhnya udah sangat kurus, gerakannya pun lamban setiap saya melihat dia di kandang, dia slalu mencoba membuat saya tersenyum dengan ia berusaha makan, meski saya tau dengan kerak yang ada di mulutny pasti membuat ia kesulitan untuk makan, tapi ia tak pernah menyerah, ia terus berusaha membuat saya merasa bahwa dia baik baik saja meski saya tau dia sudah sangat lemah, seakan ia berkata "tolong sembuhkan aku dari penyakit ku ini, aku akan terus berusaha untuk tetap hidup (dengan makan) aku percaya kamu bisa melakukannya, sembuhakan aku.


selama 4 hari saya mencoba menyembuhkannya dengan menyemprotkan obat pada kerak scabies yang menempel di di bagian kaki, mulut, dan telinganya. saya selalu sabar, semangat nya untuk tetap hidup membuat saya juga semangat untuk terus mengobati dia dengan obat yang ada. tiap sore dan pagi, saya slalu mengobatinya, dan saya yakin bahwa ia juga mengerti bahwa saya menginginkan kesembuhannya, sehingga ia mengimbangi itu, dengan berusaha tetap makan. coba bayangkan jarak sekolah saya dan rumah saya sekitar 13 km jam 7 pagi sudah ditutup, tapi saya yakin saya pasti bisa. 


setiap saya pegi ke kandang untuk melihatnya, dia berlari ke arah saya dengan wajah penuh harap saya mengangkatnya melepaskannya dan mengelus ngelusnya. semankin hari, gerakanya makin lambat, saat ia jatuh terbalik, agak sulit baginya untuk kembali berdiri. saya semakin khawatir akan keadaannya, porsi makannya pun berkurang, tapi saat saya menemaninya, ia masih mencoba menghibur kecemasan saya, dengan mencoba makan makanan yang ada, tapi hanya sedikit yang masuk, dia tetap tak putus asa. yang saya salutkan kenapa dia begitu mengerti kekawatiran saya, semangat hidupnya. dia juga seperti menyerahkan sakitnya pada saya agar saya bisa mengobatinya..,,


hari ini tanggal 16 november, belky telah mati, saat pagi tadi dia masih hidup dengan tubuh yang sangat lemah, bahkan nafsu makannya hilang, tapi dia tetap mencoba makan . seakan menghibur saya, dan memastikan bahwa dia baik baik saja, saya juga tau kalau dia mungkin takkan bertahan lama,.. dan akhirnya sepulang sekolah ia mati, .. 


hewan juga punya rasa sayang, terutama pada majikannya, mereka bisa merasakan hati sedih dari sang majikan, jangan dianggap hewan ggak punya perasaan..... jika hewan saja bisa mengerti kekawatiran kita seperti itu, kenapa kita tidak bisa?

1 komentar:

Amalia Desi Derviora 26 November 2016 03.33  

Subhanallag kelinci yg kuat :)

Posting Komentar

isi komentarnya dunk.. ^_^

fahrizal's blog

fahrizal's blog

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Follow by Email

Blogger Template by ardi33's template.
fahrizal 182 Edited by Fahrizal